Masalah E-Commerce dan Daya Beli yang Tak Kunjung Pulih

Yudhi Pratama Karsa

Problem E-Commerce dan Daya Beli yang Tak Kunjung Pulih
Reading Time: 3 minutes

Hari ini, kita melihat fenomena aneh di mana daya beli masyarakat semakin hari semakin merosot. Meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memulihkan daya beli masyarakat, namun belum berhasil. Bahkan para ekonom pun kebingungan dan tidak mampu mendiagnosa secara benar atas fenomena daya beli masyarakat yang tidak kunjung membaik. Lalu apakah sumber penyebabnya ? Simak jawabannya di artikel ini, karena sumber penyebabnya adalah hal yang tidak kita duga, tapi sangat dekat dengan aktivitas keseharian di kehidupan kita.

Perhatikan perumpamaan berikut. Ada sebuah gedung yang terbakar, apinya bersumber dari sebuah ruangan yang dianggap spesial (sebutlah ruang E), sehingga semua orang tidak menganggap bahwa sumber api berasal dari ruang E. Pemadam kebakaran sudah berusaha keras semprot air ke semua ruangan, kecuali ke ruang E, karena pemadam kebakaran menganggap bahwa sumber apinya mustahil berasal dari ruang E yang dianggap spesial. Namun setelah selesai disemprot, gedungnya tetap terbakar dan terus mengeluarkan asap. Pemadam kebakaran pun kebingungan mengapa gedungnya tetap terbakar meski mereka sudah menyemprot ke semua ruangan (kecuali ke ruang E).

Melihat hal itu, ada segelintir orang bijak yang tahu bahwa sumber apinya berasal dari ruang E, lalu segelintir orang bijak tersebut menasehati pemadam kebakaran supaya mengecek ke ruang E, namun pemadam kebakaran malah mengabaikan nasehat dari orang bijak tersebut dan terus melindungi ruang E yang menjadi sumber api dari kebakaran di gedung tersebut, dan ditambah dengan orang-orang di gedung tersebut yang ramai-ramai menghujat orang bijak tersebut karena orang bijak tersebut mencurigai ruang E yang dianggap spesial oleh mereka.

Perdagangan Tidak Sehat Di E-Commerce

Perumpamaan ini sama dengan keadaan ekonomi di hari ini, di mana ekonomi tidak kunjung bisa pulih karena pemerintah dan masyarakat melindungi sumber penyebab masalahnya, yaitu perdagangan elektronik atau e-commerce. E-commerce kerap menjalankan perdagangan secara tidak sehat, sehingga menyebabkan belanja masyarakat menjadi tidak merata, dan hanya mengalir ke satu atau dua titik di e-commerce saja, sedangkan sisanya (baik di e-commerce lain maupun di offline) menjadi tidak kebagian. Kondisi distribusi uang (belanja masyarakat) yang tidak merata ini menyebabkan roda ekonomi bisa berjalan tidak lancar.

Baca juga:  Fenomena Healing: Ketika Ketenangan Menjadi Komoditas

Meskipun pemerintah mengupayakan segala cara untuk memperbaiki ekonomi, hasilnya ekonomi akan tetap sakit-sakitan selama distribusi uang (belanja masyarakat) masih tidak merata yang berasal dari E-commerce yang menjalankan perdagangan secara tidak sehat. Setiap kali ada orang bijak yang menasehati supaya pemerintah meregulasi e-commerce agar e-commerce menjalankan perdagangan secara sehat, malah pemerintah mengabaikan nasehat orang bijak tersebut, dan ditambah dengan masyarakat yang ramai-ramai menghujatnya karena mencoba mengganggu e-commerce yang dianggap spesial oleh masyarakat

Pentingnya Pemerataan Distribusi Uang bagi Ekonomi

Salah satu masalah ekonomi terbesar hari ini adalah soal distribusi uang (belanja masyarakat) yang tidak merata akibat e-commerce yang menjalankan perdagangan secara tidak sehat. Dan akibat dari distribusi uang yang tidak merata tersebut maka menyebabkan roda ekonomi menjadi macet.

Distribusi uang (belanja masyarakat) yang merata merupakan pra-syarat supaya roda ekonomi berjalan lancar. Harga serba murah di ecommerce merupakan bentuk perdagangan yang tidak sehat, yang dapat menyebabkan ketidakmerataan distribusi uang, sehingga roda ekonomi terganggu. Lebih baik harga agak mahal di e-commerce (dengan menyesuaikan harga pasar offline), sehingga terjadi pemerataan distribusi uang dan roda ekonomi berjalan lancar.

Sudah ada buktinya di jaman dulu, antara lain krisis ekonomi 1998, 2008, dan 2015 dapat dilalui Indonesia dengan mulus dan cepat bangkit setelah terjatuh. Mengapa di jaman dulu dapat dengan mulus dan cepat bangkit dari krisis ekonomi? Jawabannya adalah karena distribusi uangnya (belanja masyarakat) merata. Distribusi uang yang merata inilah yang menjadi pelindung bagi ekonomi di masyarakat akar rumput, dan karena ekonomi di masyarakat akar rumput bergerak, maka berarti fondasi ekonomi (berbentuk piramida) ikut menjadi kuat dan akhirnya mampu menopang ekonomi dalam melewati krisis ekonomi yang besar sekalipun.

Baca juga:  Menilai Dampak Implementasi CSR terhadap Kesejahteraan

Sedangkan hari ini, ekonomi menjadi hancur sedahsyat ini, yang ditandai oleh daya beli yang sangat loyo dan bahkan hampir hilang, karena uang (belanja masyarakat) menyebar tidak merata. Uang hanya mengalir ke pihak-pihak kuat saja, sementara pihak-pihak lemahnya tersingkir, antara lain berasal dari perdagangan tidak sehat di e-commerce.

Itulah mengapa e-commerce dan dunia usaha tidak bisa dilihat hanya dari segi efisien & harga murah saja, tapi juga butuh dilihat dari segi dampak sosialnya terhadap perekonomian masyarakat, melalui pemerataan distribusi uang (pemerataan belanja masyarakat). Pemerataan distribusi uang ini adalah pra-syarat bagi roda ekonomi agar bisa bergerak dengan lancar. Tidak ada ekonomi yang bergerak dengan lancar jika distribusi uang tidak merata.

Perlu Regulasi Pemerintah untuk E-Commerce

Dalam hal ini, pemerintah perlu meregulasi e-commerce, baik di antara e-commerce dengan pasar offline maupun antar sesama platform e-commerce. Dengan adanya regulasi yang adil, diharapkan dapat mewujudkan iklim perdagangan yang seimbang dan menghasilkan kebaikan ekonomi dalam jangka panjang, sehingga memenuhi pra-syarat bagi terciptanya kelancaran pergerakan roda ekonomi.

Jika ingin ekonomi kembali pulih, pemerintah perlu memperbaiki akar penyebabnya, yaitu e-commerce yang menjalankan perdagangan secara tidak sehat. Dengan regulasi yang baik dan adil, diharapkan belanja masyarakat menjadi lebih merata ke semua kegiatan usaha (besar atau kecil, kuat atau lemah, e-commerce atau offline). Ekonomi yang sedang sakit hari ini akan menjadi sehat kembali dan bahkan ekonomi akan tumbuh signifikan karena dilandasi oleh distribusi uang yang lebih merata.

Related Post

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia