Jawab Tantangan AI, Guru SMK Subur Insani Sambas Ikuti In House Training

Redaksi

Reading Time: < 1 minute

Fenomena menggeliatnya teknologi kecerdasan buatan (AI) begitu banyak memengaruhi aspek kehidupan, dunia pendidikan pun akhirnya ikut terbidik. Kehadiran inovasi terbaru, bagi para guru menjadi tantangan tersendiri. Berbagai platform seperti ChatGPT, Google Bard, dan lainnya, memudahkan dalam mengakses informasi, sehingga tenaga pendidik perlu meningkatkan kapasitas mereka di ruang kelas.

Pekerjaan rumah tekait bagaimana memastikan pembelajaran tetap bermakna, meskipun tak lagi berperan layaknya sumber informasi tunggal, oleh sebab kian terbukanya interaksi global, evolusi tugas mengajar dari semula ‘hanya’ penyaji fakta, menuju pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreativitas, dan kedekatan emosional – di luar kemampuan mesin – mutlak diperlukan.

Tingkatkan Skill Mengajar

“Sebagai garda terdepan pencerdas anak bangsa, tanggung jawab kita sangat besar. Alhasil kita perlu meng-upgrade skill mengajar dengan beradaptasi menyesuaikan perkembangan zaman. In House Traning merupakan realisasi komitmen nyata sekolah untuk memberikan bekal terbaik kepada Bapak dan Ibu sekalian”, imbuh Kepala Sekolah SMK Subur Insani Sambas, Erwan Setiawan.

Berlangsung selama tiga hari berturut-turut, Senin-Rabu, 1-3 September 2025, di Kecamatan Sambas, pelatihan ini diselenggarakan secara internal di Aula sekolah, mendatangkan narasumber kompeten, bertujuan memberikan materi yang spesifik menjawab kebutuhan guru dan siswa di SMK Subur Insani Sambas. Selain itu, komunikasi intensif terjadi antara fasilitator dan peserta, kemudian disesuaikan dengan kurikulum dan karakteristik siswa SMK.

Perkuat Sinergi Antar Pengajar

Sekitar 15 Guru yang mengikuti kegiatan, tidak sekedar menyerap teori pedagogi, namun diajak mempraktikkan cara mengajar, simulasi pengajaran, diskusi kelompok, studi kasus, dan memanfaatkan piranti digital, dimaksudkan agar guru bisa lebih praktis menerapkan apa yang mereka peroleh saat kembali berada di ruang kelas. In House Training diharapkan juga mampu memperkuat sinergitas sesama pengajar.

Baca juga:  Cegah Gesekan dan Konflik SARA di Sambas, Penyuluh Agama jadi Ujung Tombak

“Semangat kebersamaan dan saling mendukung yang terjalin selama pelatihan akan menjadi modal penting, khususnya civitas SMK Subur Insani dalam menjalankan visinya mencetak lulusan kompetitif, serta berkontribusi menekan angka pengangguran akibat terus bertumbuhnya AI”, ujar Erwan.

Reporter: Rony Ramadhan Putra

Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi Media Progresif

Related Post

DomaiNesia